SELAMAT DATANG DI WEB MI ISLAMIYAH PURWAWINANGUN KECAMATAN SURANENGGALA KABUPATEN CIREBON "SEMOGA BERMANFAAT"

Selasa, 29 Maret 2016

LAGU DAN LIRIK HYMNE & MARS MADRASAH


HYMNE MADRASAH

Dengan ungkapan syukur pada Mu atas sgala karunia Ya Allah
Kau Embankan amanat pendidikan dalam melanjutkan perjuangan
Dengan ungkapan syukur pada Mu atas sgala karunia Ya Allah
Kau Embankan amanat pendidikan dalam melanjutkan perjuangan
Madrasah Tumpuan harapan umat membentuk jiwa berakhlaqul karimah
Menjawab arus tantangan jaman menjadi benteng runtuhnya morah
Kau ajarkan arti kehidupan melalui tuntunan keislaman
Dalam bingkai citra pendidikan tuk menggapai cita-cita mulia
tuk menggapai cita-cita mulia  

MARS MADRASAH

Gema madrasah membahana dipersada bumi nusantara
Pengemban amanat mencerdaskan tunas bangsa santun berwibawa
RA MI MTs MA, bahu membahu turut berjuang
Membangun bangsa bermartabat mulia demi cita-cita
Moto Ikhlas beramal, berkarya nan bermoral ayo-ayo tegakkan
Falsafah pancasila, Bhineka tunggal ika semboyan bangsa Indonesia
Semboyan Bangsa Indonesia

Selasa, 22 Maret 2016

Ya Thoybah oleh anak anak MI Purwawinangun Cirebon

Ya Wazir oleh anak anak MI Purwawinangun Cirebon

KONTES GENJRING RAMADHAN TAHUN 2012 TV RADAR CIREBON MI ISLAMIYAH PURWAWINANGUN

2016, Madrasah & Pesantren akan Gunakan Kurikulum Rahmatan Lil Alamin



Jakarta (Pendis) - Menjaga keberagamaan Islam Indonesia adalah tugas utama seluruh lembaga Pendidikan Islam di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Maka atas dasar itulah Ditjen Pendidikan Islam tahun 2016 ini akan menggunakan dan memberlakukan kurikulum Islam rahmatan lil alamin baik pada pendidikan formal (madrasah dan perguruan tinggi Islam) serta pendidikan non formal (pondok pesantren).

Demikian pernyataan Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, kala berdiskusi dengan redaksi KOMPAS di kawasan Palmerah, Senin (21/03/16).

"Pendidikan Agama Islam di sekolah umum (SD, SMP & SMA/SMK), madrasah formal (Ibtidaiyah, Tsanawiyah & Aliyah), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) sampai pendidikan non formal (pondok pesantren dan madrasah diniyah) akan menggunakan kurikulum yang toleran dan tentunya buku-bukunya yang mengajarkan kedamaian dan moderatisme," tegas guru besar Ilmu Hadis Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar ini.

Dengan perubahan kurikulum tersebut, lanjut Kamaruddin, diharapkan ada proses pembelajaran dan pemahaman Islam yang lebih baik serta tidak mengarah pada radikalisme dan ekstrimisme apalagi berujung pada aksi terorisme.

Mengenai kesiapan pemberlakuan kurikulum anyar ini, jebolan Rheinischen Friedrich Wlhems Universitaet Bonn Jerman ini mengatakan bahwa guru-guru sedang menjalani pelatihan dan akan mengujicobakan ke beberapa madrasah terlebih dahulu.

Turut serta dalam diskusi ini Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Isom Yusqi dan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Mohsen.



Sumber : http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=7998#.VvFRhNKLTIU

Senin, 21 Maret 2016

PROGRAM INDONESIA PINTAR UNTUK SISWA MADRASAH TAHUN ANGGARAN 2016

Kriteria Penerima Manfaat Program Indonesia Pintar

A. Siswa  pemegang  Kartu  Indonesia  Pintar  (KIP)  dan  atau  siswa  yang  berasal  dari  keluarga pemegang  Kartu  Keluarga  Perlindungan  Sosial/Kartu  Keluarga  Sejahtera  (KPS/KKS)  dan  atau peserta Program Keluarga Harapan (PKH)

B. Selain  kriteria  diatas,  apabila  kuota  masih  tersedia,  Kepala  Madrasah  bersama  dengan Komite  Madrasah  dapat  mengusulkan  siswa  lain  yang  dianggap  pantas  dan  berhak mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar melalui Format Usulan Madrasah (FUM) dengan memenuhi salah satu kriteria berikut :

1.  Siswa  dari  keluarga  kurang  mampu  dan  atau  telah  ditetapkan  sebagai  penerima manfaat BSM/PIP tahun 2015  yang memiliki Surat Keterangan Rumah Tangga Miskin (SKRTM) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau Surat Keterangan Keluarga Miskin (SKKM) dari Kelurahan/Desa dan;

2.  Siswa  yang  berasal  dari  Panti  Sosial/Panti  Asuhan/  yang  dikelola  oleh  Kementerian Sosial dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Panti Sosial/Asuhan;

3.  Siswa  yang  menjadi  korban  musibah  bencana  alam  dibuktikan  dengan  Surat Keterangan Terkena Musibah dari kelurahan/desa/madrasah;

4.  Pertimbangan  lain:  siswa  aktif  berasal  dari  keluarga  tidak  mampu  yang  dibuktikan dengan Surat Keterangan dari kelurahan/desa/madrasah/pimpinan pondok pesantren dengan kriteria ;
)  Berada di ma’had/pesantren/asrama,
)  Mengalami kelainan fisik,
)  Yatim dan atau piatu,

C.  Siswa  dari keluarga tidak mampu  yang berasal dari provinsi Papua dan Papua Barat dapat diprioritaskan  menerima manfaat PIP tanpa  memiliki KIP/KKS/KPS atau peserta program PKH dibuktikan dengan SKRTM/SKTM/SKMM dari Kelurahan/desa/madrasah.

D.  Berada pada usia sekolah yakni 6 – 21 tahun
Bagi anak usia sekolah (6-21 tahun) penerima KIP yang tidak terdaftar di madrasah (putus sekolah) untuk  mendapatkan  manfaat  Program  Indonesia  Pintar  harus  mendaftarkan  diri kembali ke madrasah sebelum menerima manfaat.

Siswa madrasah yang menjadi sasaran Program Indonesia Pintar dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan akan diberikan dana bantuan pendidkan dengan rincian sebagai berikut : 
- Madrasah Ibtidaiyah    : Rp. 225.000,-/semester, atau Rp. 450.000,-/tahun 
- Madrasah Tsanawiyah : Rp. 375.000,-/semester, atau Rp. 750.000,-/tahun 
- Madrasah Aliyah          : Rp. 500.000,-/semester, atau Rp. 1.000.000,-/tahun


Manfaat  bantuan  Program  Indonesia  Pintar  digunakan  untuk  keperluan  pendukung  biaya pendidikan siswa yang meliputi :
a.  Pembelian buku dan alat tulis;
b.  Pembelian pakaian/seragam dan perlengkapan sekolah;
c.  Pembayaran transportasi ke madrasah; dan 
d.  Keperluan lain yang berkaitan dengan pembelajaran siswa di madrasah. 

Pihak  madrasah  ikut  mengawasi  penggunaan  manfaat  Program  Indonesia  Pintar  sesuai peruntukannya.